Syarat dan Risiko Menjadi Juru Damai

Ilustrasi

Terkini.id – Sebuah kata tidak berarti sebelum diartikan. Ketika sebuah kata diartkan seseorang, ia menggunakan pengetahuan dan pengalamannya yang mungkin saja berbeda dari pengetahuan dan pengalaman orang lain.

Perbedaan itu dapat diperparah oleh perbedaan kepentingan, baik yang diungkapkan maupun yang disembunyikan.

Muncullah peluang terjadinya pertikaian yang menjurus ke situasi menang-kalah, bukan menang-menang.

Ketika itu dibutuhkan hadirnya juru damai yang tidak berpihak kepada siapapun kecuali pada perdamaian yang didambakan.

Apa syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang dipercayakan menjadi juru damai?

Pertama, ada rekam jejaknya yang menimbulkan: (1) kepercayaan, (2) penghargaan, dan (3) ketaatan kepadanya oleh mereka yang bertikai.

Kedua, ada kearifan padanya untuk mendengar sebelum minta didengar, dan memahami sebelum minta dipahami.

Ketiga, ia tegas menembakkan “peluru perdamaian” kepada pihak-pihak yang bertikai, dan siap menerima apapun akibatnya. Risiko juru damai?

Renungan: Risiko juru damai ialah: mereka yang bertikai mungkin bersatu untuk menyingkirkannya, lalu melanjutkan pertikaiannya hingga titik menang-kalah, menjadi arang dan abu.

Baca :Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Penulis : Wim Poli

Berita Terkait