Pemkot Siap Dukung Penanganan Pengungsi Luar Negeri yang Berada di Medan

Terkini.id, Medan – Pemkot Medan siap mendukung penanganan pengungsi dari luar negeri yang saat ini berada di Kota Medan.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Sulaiman Harahap, S.H., M. S. P didampingi Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Masrul Badri, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri yang berada di Kota Medan, Jumat, 18 Oktober 2019, di Hotel J W Marriot Medan.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Pengungsi, Chairul Anwar itu, Sulaiman menyebutkan, para pengungsi luar negeri yang ada di Kota Medan saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan identifikasi dan penanganan terhadap para pengungsi.

“Sebelumnya, Pemkot Medan telah menampung sebagian para pengungsi dan telah ditempatkan di tempat penampungan sementara yakni di Family Kos Jalan Sei Batu Gingging,” kata Sulaiman.

“Dan ada satu tempat lagi yang akan dijadikan tempat penampungan, tetapi untuk sementara belum terlaksana mengingat bahwa untuk menempatkan para pengungsi ke tempat yang baru sedikit lebih sulit karena harus melakukan rapat dengan pihak kecamatan setempat,” sambungnya.

Sebelumnya dalam rapat tersebut Chairul menyebutkan,jumlah pengungsi di Kota Medan hingga saat ini mencapai kurang lebih 2000 orang.

Chairul juga menyatakan, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah para pengungsi luar negeri di Kota Medan, yakni mempercepat penempatan ke negara penerima dan memulangkan mereka dengan cara sukarela

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Medan karena telah menangani para pengungsi dengan baik. Saya juga meminta kepada seluruh pihak agar segera mendata jumlah para pengungsi itu sendiri dan segera mendata untuk percepatan kepindahan mereka baik ke negara penerima maupun ke negara mereka sendiri,” pungkas Chairul.

Rakor ini turut dihadiri perwakilan dari Kelompok Ahli Bidang Inteligen, Ahli Bidang Imigrasi, serta Bidang Hak Asasi Manusia serta instansi terkait lainnya seperti Provinsi Sumut, Polrestabes Medan, Rumah Detensi Imigrasi Medan, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), dan International Organization for Migration (IOM).

Berita Terkait
Komentar
Terkini