Gelar Evaluasi dan Pembinaan Kampung KB, Ini Harapan Pemkot

Terkini.id, Medan – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar Evaluasi dan Pembinaan Kampung Keluarga Berencana (KB) bagi Tokoh Agama, Tokoh Adat, tokoh masyarakat dan Mitra Kerja di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Kamis, 10 Oktober 2019.

Diharapkan melalui pertemuan ini semua pihak dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada masyarakat terkait Kampung KB guna menuju masyarakat sehat dan sejahtera.

Evaluasi dan Pembinaan Kampung KB ini dibuka oleh Wali Kota Medan Drs H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si.,M.H diwakili Kepala Dinas PPKB, drg Usma Polita. Dalam pertemuan ini dihadirkan para narasumber dari BKKBN Provinsi Sumut, Tengku Lafalinda, Dosen Fisip USU, Hariani Siregar, Bappeda kota Medan, Ratmi Utami dan dari Dinas PPKB Kota Medan.

Dalam sambutan Wali Kota, Kadis PPKB, Usma Polita, mengatakan bahwa, di Kota Medan telah terbentuk 24 Kampung KB di 21 Kecamatan dan Kampung KB Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia merupakan Kampung KB percontohan dengan prestasi menjadi juara PKK-KKBPK dan Kesehatan tingkat Nasional. Sedangkan untuk tingkat Sumatera Utara Kampung KB Kecamatan Medan Tembung berhasil menjadi juara Pertama.

“Untuk mencapai kesuksesan Kampung KB, peran serta dari tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta mitra kerja sangat penting untuk menjembatani program KKBPK, sebab pihak tersebut memiliki kedekatan secara emosional dengan masyarakat. Artinya keterlibatan semua pihak dalam menyampaikan program kependudukan Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga sangat efektif mengingat masyarakat masih mendengar anjuran para tokoh yang menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Usma Polita.

Menurut Kadis PPKB, kampung KB tidak akan memberikan manfaat secara luas apabila hanya diintervensi hanya satu dua pihak saja. Artinya harus diintervensi secara holistik dan integratif oleh lintas sektor secara bersama-sama dengan berlandaskan gotong royong yang akhirnya akan menjadi cikal bakal percepatan kota Medan sehat dan sejahtera.

“Melalui Kampung KB diharapkan dapat mengangkat derajat kehidupan masyarakat, meningkatkannya kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi dan mengefektifkan berbagai kelompok kegiatan serta dapat menerapkan delapan fungsi keluarga yakni Fungsi Agama, Pendidikan, Reproduksi, Ekonomi, perlindungan, kasih sayang, sosial budaya dan pembinaan lingkungan,” jelas Kadis PPKB.

Untuk itu Melalui pertemuan ini, Kadis PPKB berharap masyarakat dapat mengetahui bahwa program KB tidak hanya sebatas alat kontrasepsi, tetapi memiliki arti dan fungsi yang luas salah satunya kesehatan dan pendidikan serta kehidupan khususnya di bidang ekonomi.

Tentunya semuanya informasi ini dapat disampaikan melalui pihak yang mengikuti evaluasi dan Pembinaan Kampung KB ini.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rimba Sembiring, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh Tokoh Agama,Tokoh Adat,tokoh masyarakat dan Mitra Kerja yang ada di 21 Kecamatan Se- Kota Medan.

“Dengan tujuan dapat memberikan pengetahuan kepada semua pihak terkait dengan Kampung KB, sebab masih banyak masyarakat yang mengetahui Program KB hanya sebatas alat kontrasepsi saja,” ujar Rimba.

“Padahal program KB memberikan informasi dan pengetahuan tentang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

Selanjutnya evaluasi dan Pembinaan Kampung KB diiis dengan pemaparan oleh narasumber dan ditutup dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada para narasumber.

Berita Terkait
Komentar
Terkini