Dukung Temu Ilmiah Nasional IPBI ke-VIII, Ini Harapan Pemkot Medan

Terkini.id, Medan – Pemerintah Kota Medan mendukung digelarnya Temu Ilmiah Nasional Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPBI) ke VIII.

Diharapkan melalui pertemuan ini akan semakin meningkatnya interaksi, komunikasi, bertukar informasi, hingga menambah wawasan pengetahuan para peneliti yang akan berdampak bagi pembangunan Kota Medan.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Balitbang Kota Medan Farid Wajedi ketika membuka Temu Ilmiah Nasional Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPBI) ke VIII di Gedung Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU), Jumat, 1 November 2019.

Dikatakan Farid Wajedi, pertemuan yang mengangkat tema “Penataan Lingkungan Binaan Dalam Membentuk Wajah Kota Beridentitas” ini sangat bagus yang bertujuan untuk menyampaikan hasil karya ilmiah serta berdiskusi dan mencari solusi terkait keikutsertaan masyarakat dalam peran serta membangun wajah kota lewat identitas budaya yang dimiliki.

“Atas nama Pemkot Medan, saya mendukung dan apresiasi pertemuan ini dengan harapan akan menghasilkan temu ilmiah yang dapat menjadi referensi berarti bagi Pemko Medan untuk menumbuhkembangkan, merawat, menjaga dan melestarikan identitas budaya di Kota Medan,” kata Farid Wajedi.

Menurutnya, pertemuan ini juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota. Akan tetapi untuk meningkatkannya diperlukan partisipasi semua komponen terutama unsur cendikiawan, akademisi, praktisi dan pihak-pihak yang concern pada dunia pendidikan.

“Saya berharap sinergitas antara Pemko Medan dan semua pihak termasuk akademisi dan praktisi dapat terus dibangun dan terjalin baik. Artinya dengan terciptanya kolaborasi dan koordinasi yang baik makan akan menjadi sumbangsih bersama dalam menata Kota Medan ke arah yang lebih baik sehingga dapat terwujud menjadi kota multikultural yang humanis, berdaya saing, sejahtera dan religius melalui bidang Pendidikan,” ungkap Kabanlitbang.

Sementara itu Ketua IPBI Cynthia Wuisang mengungkapkan kegiatan temu ilmiah IPBI ke VIII ini akan digelar selama tiga hari.

Kegiatan akan diisi dengan seminar dan workshop jelajah ke sejumlah destinasi wisata diantaranya Istana Maimun dan Rumah Bolon yang ada di Kabupaten Simalungun.

“Hasil temu ilmiah ini nantinya akan menjadi pedoman dan referensi baik para akademisi dan peneliti maupun Pemerintah Daerah untuk berkontribusi menjaga identitas budaya termasuk Kota Medan,” jelasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini