May Day di Saat Covid-19, Tidak ada Demo di Sumatera Utara

May Day 1 Mei 2020
Ilustrasi Buruh saat Unjuk Rasa di hari May Day 1 Mei/Medan.Terkini.id

Terkini.id, Medan – Di tengah situasi pandemi Covid-19, Asosiasi buruh se-Sumatera Utara (Sumut) menyatakan tidak akan demonstrasi turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2020.

Hal itu disampaikan sekitar 20 asosiasi buruh langsung di hadapan Gubernur Sumut (Sumut) Edy Rahmayadi dalam diskusi di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat, 24 April 2020.

Hadir di antaranya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumut CP Nainggolan, Sekjen DPD KSPSI Semayang Duo Sumut Dermawan, Serikat Pekerja Rumahan serta asosiasi buruh lainnya.

Mewakili seluruh seluruh asosiasi buruh yang hadir, Ketua DPD FSPTI KSPSI Sumut CP Nainggolan menyatakan tidak akan melakukan pergerakan masa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait Hari Buruh 1 Mei 2020. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan para buruh terhadap Pemprov Sumut dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di daerah ini.

“Tidaklah bijak andai kita melakukan unjuk rasa dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu atas bimbingan dan arahan yang disampaikan oleh Bapak Gubernur kepada kami merupakan suatu langkah yang tepat untuk antisipasi dimana kita harus bersama-sama melawan Covid-19 di Sumut,” katanya.

Baca juga:

Gubernur menyambut baik dan mengapresiasi dukungan para buruh dalam upaya penangan Covid-19 di Sumut. Termasuk sikap tidak akan melakukan unjukrasa di Hari Buruh 1 Mei 2020. Karena upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para buruh.

Edy Rahmayadi juga menyampaikan, selaku pimpinan di Sumut berjanji akan bertanggung jawab dalam permasalahan buruh yang terdampak Covid-19. “Saya selaku pimpinan di provinsi ini. Saya akan bertanggung jawab lahir dan batin. Pemerintah sudah tau, makanya kita sudah melakukan refocusing dan realokasi anggaran. Apa yang anda sampaikan tadi saya tidak pungkiri,” ucap Edy Rahmayadi, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina.

Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19, Edy juga memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar untuk langsung terjun ke lapangan dan mengecek semua perusahaan di Sumut, serta meminta Dinas Tenaga Kerja Sumut untuk menindak perusahaan yang mengambil kesempatan momen Covid-19.

Sebelumnya, Gubernur juga telah menyampaikan Seruan Nomor: 184/TU/III/2020 terkait Penanganan Covid-19 di Sumut, antara lain mengimbau kepada kalangan dunia usaha agar memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pekerja instansi pemerintah dan swasta, bagi kalangan pekerja industri untuk memberlakukan sistem bekerja bergiliran semaksimal mungkin dengan tetap memberikan hak pekerja dan jangan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau penghentian kontrak.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Update Pasien Covid-19 di RSUP H Adam Malik Medan, Ini Datanya

Pelabuhan Belawan ‘Menghitam’, Sebuah Kapal Tanker Docking Terbakar

Penanganan Covid-19 di Sumut, Pemprov Telah Alokasikan Rp231 M

Dikabarkan Tenggelam di Perairan Danau Toba, Jasad Pria asal Medan Candra Simbolon Ditemukan

Jubir GTPP Covid-19 Sumut: Pasien Positif Ditentukan Lewat Pemeriksaan Swab PCR

Seorang Pasien Positif Corona asal Asahan Dinyatakan Sembuh

GTPP Covid-19 Terima Bantuan APD dari Kanwil BPN Sumut

Kabar Gembira! Bertambah 1 Pasien Positif Corona di RSUP H Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar