Wibawa Sosok Risma Cegah Virus Korona

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat mengecek kesiapan fasilitas dapur umum di Surabaya/Foto: beritalima

Oleh: Abhotneo Naibaho

Menghilangkan ego sektoral adalah salah satu langkah terpuji bagi pejabat daerah ataupun pemerintah dalam menangani pandemi yang tengah mewabah di Indonesia.

Menyikapinya, pemerintah daerah tentu harus segaris dengan kebijakan yang diinstruksikan oleh Pemerintah Pusat atau Negara, dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Satuan Gugus Tugas Covid-19 di tingkat nasional hingga ke daerah. Pemda tak perlu panik, atau bahkan mencoba mengambil kebijakan yang nyeleneh hingga berakibat negatif atau meresahkan di masyarakat.

Tak ada salahnya, jika kepala daerah atau pemda lainnya mencontoh sosok Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya yang telah melakukan tindakan yang nyata sekaligus berwibawa, sigap dan turun langsung ke masyarakat berkeliling menumpangi mobil untuk memberi sosialiasi agar sebaran Covid-19 tidak menjangkiti masyarakat yang dipimpinnya.

Risma mengerahkan kesiapan pencegahan sebaran Covid-19, mulai dari mendirikan dapur umum dan membagi secara gratis minuman penambah imun dan telur, juga menyediakan fasilitas pendukung seperti wastafel dan sabun pencuci tangan guna manangkal virus yang mungkin berpotensi menjangkiti masyarakat saat berada di luar rumah (ruangan). Aksi penyemprotan disinfektan dan membagikan masker secara gratis pun secara kontiniu terus dilakukan di beberapa titik wilayah di Kota Surabaya.

Tindakan yang solutif tentu akan berdampak positif di mata masyarakat. Jika pemimpin satu daerah mau dan rela turun ke masyarakat memberi informasi yang nyata, tak hanya menyejukkan bahkan menambah semangat dan harapan di masyarakat bagaimana menjaga kesehatan dan dengan demikian sebaran Covid-19 tidak dapat menjangkiti tubuh manusia.

Risma terus mensosialisasikan dengan semangat yang luar biasa betapa pentingnya pembatasan sosial (social distancing) seraya mengingatkan masyarakat lewat pengeras suara dengan kalimat pendek, “jaga jarak satu meter ya… jaga jarak satu meter” mengelilingi kota Surabaya dari satu titik ke titik lainnya. Langkah seorang pemimpin yang dengan berani ‘turun gunung’ mampu mengatasi kepanikan meski situasi sedang tidak atau kurang baik.

Presiden Jokowi bersama para tim yang dibentuk, terus mengingatkan pemerintah daerah agar sungguh-sungguh bekerja keras mengerahkan segala kekuatan yang ada agar masyarakat tidak perlu panik dan tetap mengikuti standar atau pola pencegahan yang sudah disosialisasikan. Masyarakat terus diimbau agar menghindari dan membatalkan pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak orang di semua lini, baik formal maupun informal guna terhindar dari Covid-19.

Tuhan Yang Maha Kuasa tentu tidak tinggal diam melihat persoalan yang ada melanda umat ciptaan-Nya. Jika kita diberi pengetahuan, hikmat dan bijaksana, haruslah kita gunakan sebaik mungkin bagi kebaikan diri sendiri maupun ke banyak orang. Bukan malah sebaliknya, gagah-gagahan terkesan hanya mengandalkan doa dan menyebut nama Tuhan namun abai terhadap langkah-langkah pencegahan yang ril sesuai standar yang disampaikan oleh WHO.

Persoalannya, apakah kita mau taat mematuhi kebijakan yang ada kemudian bertindak waspada dan menjaga kesehatan dengan benar sesuai dengan apa yang diinstruksikan, baik posisi kita sebagai pemerintah memimpin rakyat secara adil dan untuk mensejahterakan. Juga dalam posisi kita sebagai masyarakat, apakah kita mau menaati pemerintah sebagai pemimpin kita dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Jika Risma selaku Wali Kota Surabaya mau dan rela berbuat nyata, maka wibawanya sebagai seorang pemimpin yang tidak hanya membuat dirinya semakin tenar ke mana-mana, justru akan semakin bersinar. Semoga keteladanan Tri Rismaharini juga diikuti oleh kepala daerah lainnya di bangsa ini. Tak perlu gengsi, malu ataupun ragu mengikuti jejak dan langkah seorang pemimpin yang tulus melayani masyarakatnya, dekat dengan rakyat, bukan sebaliknya dilayani dan mau dihormati bahkan menjaga jarak, menghindar dari masyarakat.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Dampak Virus Korona: Antara Kebijakan Pemerintah dan Sentuhan di Tengah Masyarakat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar